Gimana sih rasanya mengagumi seseorang lalu tiba-tiba bertemu begitu saja? Haha
Mei
seorang violinis yang sering mengikuti kompetisi biola diluar sekolah. Suatu hari diadakan kompetisi
biola antar sekolah. Mei coba-coba untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Namun dikatakan bahwa kompetisi
tersebut harus berdampingan, harus ada pengiring biolanya. Seketika Mei
teringat pada sosok yang ia kagumi. Sosok yang ia kagumi memang jago
dalam bermain piano. "Ah masa aku harus meminta dia untuk menjadi
pengiringku? Gak mungkin kayaknya. Bisa-bisa pipiku memerah jika aku
berdampingan dengannya " Namun, Mei tetap daftar untuk kompetisi itu
walau belum menemukan pengiring.
Di sisi lain, Fujito juga membaca
iklan kompetisi tersebut, dan mencoba mendaftar. namun ia belum tahu
siapa yang akan menjadi pemain biolanya.
Keesokan harinya, Mei dan
Fujito dipanggil untuk menemui guru. "Mei, kau kan belum menemukan
pengiring untuk kompetisi itu, bagaimana jika Fujito saja yang menjadi
pengiringmu? " Seketika Mei membulankan mata , "Wah dia juga mengikuti
kompetisi itu bu? " . "Ya, kebetulan dia juga belum menemukan siapa
yang akan menjadi pemain biolanya. " jawab guru. Mei dengan perasaan
senang namun tegang pun berkata "b-b-baik bu itu tidak jadi masalah "
jawab Mei. "Baiklah kalau begitu. Mulai besok kalian mulai berlatih ya! Semangat! " guru itu melanjutkan bicara. Lalu Mei dan fujito keluar
dari ruang guru untuk kembali ke tempat masing-masing. Ketika Mei sedang
berjalan menuju kelasnya ia bergumam dalam hati "apa aku sedang
bermimpi? Yang benar saja, Fujito menjadi pengiringku... "
Sesampainya
di kelas Mei langsung bercerita kepada sahabatnya Akari. "Waah
bagaimana bisa Fujito menjadi pengiringmu? Itu tandanya kau bisa
menarik perhatiannya dengan cara menampilkan yang terbaik. Wah jadi
semangat dong. Hahahah " kata Akari. "Ah kamu ini bisa saja. " jawab
Mei.
Hari demi hari mereka lewati untuk latihan. Tak terasa sudah
hari dimana kompetisi itu dimulai. Mei merasa sangat bersemangat,
terlebih ia ikut kompetisi itu berpasangan dengan fujito. Pada saat
latihan Mei merasa aneh dengan Fujito yang terkadang menatap Mei namun
setiap kali Mei menoleh pada Fujito ia langsung mengalihkan pandangan.
Tak
terasa kini nomor urut Mei dan Fujito yang tampil. Tentu saja mereka
menampilkan yang terbaik terlebih Mei yang diam-diam untuk menarik perhatian Fujito #eheh. Selesailah sudah kompetisi ini. Hasil pengumuman yang
sangat memuaskan Mereka mendapat juara 2 dalam kompetisi itu. Akari sebagaii sahabat Mei dan guru Mei juga sangat bangga. Karena mereka selalu berlatih bersama akhirnya mereka menjadi dekat.
Setelah kompetisi usai Mei dan Fujito belajar seperti biasanya, tidak sesibuk saat mereka mempersiapkan untuk kompetisi. Ketika Mei hendak pulang sekolah, Mei memeriksa lokernya terlebih dahulu, dan ia melihat sehelai kertas berwarna biru muda dalam surat itu terdapat tulisan "Kutunngu kau di taman sepulang sekolah" Mei bingung karena ia tidak tahu siapa yang mengirim surat itu.
Sesampainya ia di taman Mei melihat Fujito yang kelihatannya sedang menunggu seseorang. Lalu Mei mendekati Fujito dan bertanya "Hei, mengapa kau ada disini? sedang menunggu seseorang?" lalu Fujito menjawab "Ya, benar kini aku sudah tidak menunggu. Orang yang kutunggu telah tiba". Seketika Mei membulatkan "apa kau menungguku? "ya aku menunggumu Mei. Ada suatu hal yang ingin kusampaikan padamu" jawab Fujito."apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Mei. "Jadi begini...... (Fujito bercerita panjang lebar tentang pengalaman kemarin) jujur aku kagum melihat penampilanmu dan entah mungkin aku merasakan hal yang berbeda setiap kali aku didekatmu." "lalu?" tanya Mei. "Mei sebenarnya aku suka padamu" Seketika Mei membulatkan mata dan jantung Mei berdetak dengan kencang dan Mei menjawab dengan gugup "S-s-sebenarnya aku juga suka padamu Fujito. Bahkan sebeum kita bertemu ketika latihan aku sudah mengagumimu. Karena kau aku menjadi bersemangat untuk berlatih hingga akhirnya kita mnjadi juara" "Sungguh? wah kalau begitu maukah kau menjadi pacarku?" tanya Fujito Angin musim gugur berhembus dengan lembut, bunga sakura yang berguguran dan berserakan dijalan. Mei lalu menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Fujito. Lalu Fujito menarik tangan Mei yang lembut itu dan berlari dan bermain sepuasnya.
AdindaRisty★
No comments :
Post a Comment